Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Pencerahan Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencerahan Rohani. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

The power of human thought



Para ahli membagi fikiran yang berpusat pada otak ini menjadi dua , yaitu fikiran sadar dan fikiran bawah sadar. Fikiran sadar pada belahan otak sebelah kiri bertugas menghitung, menganalisa , mengevaluasi situasi dan keadaan yang dialami kemudian mengambil keputusan apa tindakan yang harus dilakukan.
Fikiran bawah sadar pada belahan otak sebelah kanan bertugas antara lain mengendalikan saraf motorik yang menggerakan fungsi organ tubuh seperti denyut jantung, kedipan mata, keluar masuk nafas, peredaran berbagai enzym dan cairan dalam tubuh. Menyimpan memori ingatan kejadian masa lalu. Menyimpan ilmu dan keterampilan. Menyimpan Citra diri. Merasakan keindahan seni dan lain sebagainya.
Al – Qur’an banyak menyebut tentang fungsi akal dan fikiran ini antara lain dalam S Al Baqarah ayat 164:
al-baqarah-164.png
164- Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. ( Al Baqarah 164)

Dan banyak lagi ayat Qur’an yang menyatakan fungsi fikiran ini dengan teguran:
apakah-kalian-tidak-memikirkan.png
Apakah kalian tidak memikirkan ?

Mintalah kepada-NYA dengan syarat......

al-baqarah-45-46.jpg
45- Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
46- (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al Baqarah 45-46)

Sepanjang hidup kita selalu didera berbagai kesukaran dan kesulitan hidup. Kita harus berjuang menempuh berbagai kesulitan dan kesukaran untuk mendapatkan berbagai hal yang kita inginkan. Tidak ada kenikmatan dan kegembiraan yang datang begitu saja tanpa perjuangan. Semua harus ditebus dengan perjuangan,pengorbanan, kelelahan dan berbagai hal yang tidak menyenangkan. Itulah kehidupan. Suka tidak suka, kita sudah hidup didunia ini. Kita harus berani menempuhnya.

rmh-kumuh.jpg
Banyak manusia yang tidak tahan menghadapi berbagai penderitaan dan kesulitan mempertahankan hidup atau mendapatkan berbagai hal yang diinginkan. Putus asa…. kecewa… tertekan…. akhirnya bunuh diri dengan berbagai cara.
Sikap manusia dalam menghadapi berbagai masalah ada dua macam:
  1. Fight… berjuang dengan ulet, sabar dan tangguh sampai masalah dapat diatasi
  2. Flight… lari, meninggalkan masalah, namun ia akan berhadapan dengan masalah lain, lari lagi… ketemu masalah baru…… lari lagi….. akhirnya ia dikepung masalah… tidak ada jalan keluar… putus asa… akhirnya bunuh diri.

Dalam pesan singkat yang tercantum  dalam al Qur’an surat al Baqarah ayat 45 -46 Allah mengingatkan 3 hal dalam menghadapi dan  menyelesaikan berbagai masalah kehidupan:
1.      Minta tolong pada Allah dengan  sabar dan sholat
2.      Sholat memang berat kecuali bagi orang yang khusuk
3.      Yaitu orang yang yakin akan menemui Allah dan akan kembali padaNya.
 Rasulullah mengatakan :”Sholat adalah tiang agama”, dalam arti yang lebih luas sebenarnya sholat itu adalah tiang kehidupan bagi kita masing masing. Bagunan rumah akan ambruk dan runtuh jika tiangnya tidak kokoh. Apalagi jika tiang nya tidak ada. Rumah tidak mungkin ditegakan tanpa tiang yang menyokongnya. Orang yang khusuk dan benar sholatnya pasti akan mendapat kehidupan yang mudah. Ia dapat mengatasi berbagai masalah hidupnya dengan sholat.

Kalau sholat dapat menjadikan hidup jadi mudah, mengapa banyak orang yang sholat tapi hidupnya tetap dalam kesulitan, kesukaran dan pederitaan yang berkepanjangan? Banyak orang yang tidak sholat , hidupnya mudah dan berlimpah.  Hidup mewah, berlimpah harta bukanlah ukuran kebahagiaan. Banyak hal yang tidak bisa diatasi dengan harta dan uang berlimpah. Banyak orang yang hidup mewah berlimpah harta namun hidupnya tertekan, kecewa, gelisah.

Allah menjamin kehidupan orang yang sholat dengan benar dan khusuk sebagai disebutkan dalam surat al Mukminun ayat 1 ” Telah mendapat kemenangan orang yang beriman, yaitu orang yang khusuk dalam sholatnya ” . Dengan sholat yang khusuk dan benar hidup jadi mudah dan lapang. Walau secara dhohir hidupnya pas pasan, sederhana, kadang dibawah garis kemiskinan, namun hatinya merasa bahagia, berkecukupan dan penuh kelimpahan. Jauh dari rasa tertekan, gelisah dan stress berkepanjangan.

Rasa bahagia, berkelimpahan, selalu dalam kecukupan ini hanya dimiliki oleh orang yang yakin bahwa ia akan menemui Allah, dan yakin bahwa kita semua akan kembali kepadaNya. Orang ini tidak takjub dan kagum dengan kehidupan dunia. Dunia hanya tempat singgah sementara, kehidupan sementara yang tidak kekal. Dunia tempat mengumpulkan perbekalan untuk kehidupan abadi diakhirat kelak. Hidup yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat.
rmh-mewah.jpg
Sebaliknya orang yang menganggap dunia sebagai kehidupan yang utama, dunia adalah segala galanya baginya. Dia tidak yakin pada Allah dan kehidupan akhirat. Orang itu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Ia akan dipermainkan oleh kehidupan dunia, ia akan lelah dan letih mengejar dunia yang tidak pernah terpuaskan. Walaupun secara dhohir hidupnya berlimpah harta dan kemewahan, semua itu tidak akan menentramkan hatinya. Ia selalu merasa hidup dalam kekurangan.

Waspadalah jangan tertipu kehidupan dunia. Mintalah pertolongan kepada Allah dengan  sabar dan  sholat. Orang yang yakin bersama Allah pasti mendapat kemenangan. Jangan minta tolong kepada selain Allah. Jangan minta tolong pada paranormal, perdukunan dan perbuatan musyrik lainnya. Jangan percaya pada kekuatan azimat, benda keramat, benda pusaka dan benda bertuah lainnya. Mintalah pertolongan hanya pada Allah, dan bersabarlah menunggu keputusanNya.

Janji Manis Syetan

Syetan adalah balatentara Iblis yang ditugaskan untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Balatentara Iblis ini terdiri atas syetan dari golongan manusia dan syetan dari golongan Jin, sebagaimana disebutkan Allah dalam surat Al An aam 112
al-an-aam-112
112- Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (Al An Aam 112)
Syetan dari golongan manusia
Syetan dari golongan manusia bisa dilihat dengan kasat mata , karena dia adalah manusia yang sudah dipengaruhi oleh Iblis . Hidupnya hanya ditujukan pada kehidupan dunia mengabdi pada kepentingan syahwat dan memperturutkan hawa nafsu duniawi. Syetan dari golongan manusia ini banyak menimbulkan bencana dan kerusakan dimuka bumi ia aktif dan bergerak dibidang politik, ekonomi , pemerintahan, lingkungan hidup serta menimbulkan bencana dimana mana. Syetan dari golongan manusia ini karena berujud fisik harus dihadapi pula secara fisik. Dia bisa berujud sebagai seorang pejabat, pengusaha, politikus, pedagang, guru, profesor, teknisi , dokter dan lain sebagainya.
Dalam pergaulan sehari hari kita bisa menemui syetan dari golongan manusia ini dengan mudah, Ia dapat kita kenali dari ciri cirinya antara lain
  • Seluruh usaha dan kegiatannya hanya untuk mendapatkan harta dan kesenangan duniawi, tidak peduli halal dan haram untuk mendapatkannya
  • Mengukur keberhasilan dan sukses hanya dari ukuran duniawi
  • Tidak percaya pada Allah dan kehidupan akhirat
  • Menyebarkan perbuatan maksiat, judi, narkoba, perzinahan untuk mendapatkan kesenangan duniawi
  • Membenci dan berusaha menghalangi kegiataan keagamaan karena dianggap merintangi kegiatan dan usahanya
  • Melakukan pemujaaan terhadap syetan, berhala dan thoghut untuk mendapatkan harta , pangkat , kekuasaan dan lain sebagainya.

Syetan dari golongan Jin
Syetan dari golongan Jin tidak bisa dilihat dengan kasat mata , ia menghasut dan membujuk manusia untuk melakukan perbuatan maksiat dan durhaka pada Allah. Ia mendorong manusia untuk memperturutkan hawa nafsu, mencintai kehidupan dunia, melupakan Allah dan kehidupan akhirat, menjauhkan manusia dari dzikrullah dan kegiatan ibadah, menyuruh manusia menumpuk harta dan berlaku kikir. Syetan dari golongan Jin ini menjadikan manusia panjang angan angan dan menjanjikan berbagai kesenangan kepada orang yang mau mengikutinya . Syetan dari golongan Jin karena merupakan mahluk ruh tidak bisa dihadapi secara fisik. Ia harus dihadapi dengan tausiah, dakwah, kegiatan dzikrullah , membaca dan mentadabburi Qur’an , memperbanyak ibadah sunah yang dianjurkan Rasulullah, serta mohon perlindungan Allah dari godaan syetan yang terkutuk ini. Allah mengingatkan dalam surat Fushilat ayat 36:
36- Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Fushilat 36)
Orang yang jauh dari tuntunan Qur’an , enggan melaksanakan ibadah dan mengingat Allah, malas mendatangi tausiah dan pengajian, membangkang dan tidak mau patuh pada Allah dan RasulNya , sangat mudah ditipu dan diperdayakan syetan dari golongan Jin. Mereka menyangka berada pada jalan yang benar dan tidak menyadari bahwa syetan telah menyesatkan mereka dari jalan Allah yang lurus, sebagaimana disebutkan Allah dalam surat Az Zukhruf 36-37
36- Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. 37- Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. (Az Zukhruf 36-37)
Orang yang telah disesatkan syetan itu menyangka bahwa ia berada pada jalan yang benar, padahal syetan yang mendampinginya sudah menjerumuskannya pada jalan yang sesat dan ia tidak menyadari hal itu.
Perjanjian dengan syetan
Diantara manusia ada yang mengadakan perjanjian dengan syetan dari golongan Jin untuk memenuhi ambisinya dibidang politik, bisnis, kebutuhan syahwat dan lain sebagainya. Mereka rela mengorbankan keluarga dan dirinya demi memenuhi ambisi pribadi yang yang telah menutup mata hati dan fikiran sehatnya. Mereka mendatangi tempat pemujaan mengadakan perjanjian dengan Jin penguasa tempat pemujaan tersebut untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka.
Syetan Jin yang menguasai tempat pemujaan itu bersedia membantu orang yang bersangkutan asal mereka mau memenuhi persyaratan yang diajukan, antara lain mengorbankan orang yang dicintai seperti anak, istri, anggota keluarga dan lain sebagainya sebagai tumbal. Jika ia tidak bisa memenuhi perjanjian maka ia sendiri yang dijadikan tumbalnya. Orang yang sudah gelap mata tidak peduli dengan syarat itu, ia mau menerimanya asal keinginannya terpenuhi.
Orang yang kurang kuat imannya dan tidak tahan menghadapi ujian hidup , cenderung mengambil jalan pintas dengan mengadakan perjanjian dengan Syetan Jin yang menguasai tempat pesugihan tersebut untuk mendapatkan kekayaan. Mereka tidak peduli dengan peringatan saudara atau teman yang menasehati, mereka juga tidak menghiraukan peringatan kuncen penjaga pesugihan tentang resiko besar yang menghadang mereka.
Bisikan syetan pada manusia
Syetan menimbulkan panjang angan angan dan membisikan perbuatan maksiat serta menjanjikan berbagai kenikmatan dan kesenangan palsu pada manusia yang mau mengikuti bisikannya. Orang yang jauh dari tuntunan agama sangat mudah terbius bujukan syetan ini. Syetan menjajikan kenikmatan sementara, kesenangan palsu yang ujungnya hanya menimbulkan penyesalan dan kesengsaraan bagi orang yang mengikutinya.
Banyak kita saksikan orang yang terjebak perjudian, perzinahan, narkoba , baru menyadari kekeliruaannya setelah merasakan akibat yang merusak pada dirinya, namun mereka tidak bisa melepaskan diri diri kebiasaan buruk tersebut. Seorang artis tenar terpaksa berurusan dengan yang berwajib akhirnya masuk bui karena menyimpan dan mengkonsumsi narkoba. Seorang artis atau pejabat terkenal menjadi hancur karir dan masa depannya karena terlibat kasus zinah atau perselingkuhan. Seorang pejabat pemerintahan terpaksa meringkuk dalam penjara dan jeruji besi karena terlibat kasus korupsi. Itu baru kesengsaraan yang mereka terima didunia akibat mengikuti bujuk rayu syetan, kesengsaraan akhirat jauh lebih dahsyat dari itu.
Bagi orang yang mengalami kesengsaraan duniawi akibat mengikuti bujukan syetan kemudian menyadarinya, tentu masih ada jalan dan kesempatan untuk membebaskan diri dari sangsi akhirat yang lebih berat kelak, asal mereka mau bertaubat dan memperbaiki tingkah lakunya itu. Allah maha pengampun dan maha menerima taubat, asalkan mereka betul betul menyesali kekeliruannya dan mengadakan perbaikan dengan memperbanyak ibadah dan amal soleh. Bagi mereka yang tidak mau bertaubat dan tidak menyesali kekeliruannya serta tidak berusaha memperbaiki diri, tentu kelak akan menghadapi sangsi yang berat diakhirat .
Allah mengingatkan agar kita jangan tertipu dan terpedaya oleh bujuk rayu syetan yang menganjurkan melakukan perbuatan maksiat dan melawan hukum sebagaimana disebutkan dalam surat An Nur ayat 21
21- Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.                 ( An Nur 21)
Syetan hanya mengajak dan menganjurkan manusia untuk melakukan perbuatan keji dan munkar yang pada awalnya memang dirasakan nikmat, namun pada akhirnya akan membawa kehancuran hidup didunia maupun akhirat.
Mengambil jalan pintas
Allah pasti memberikan cobaan pada manusia dengan kesulitan dan kesenangan. Orang yang beriman ketika ditimpa kesulitan akan bersabar dan mohon pertolongan pada Allah, Jika mendapat kebahagiaan dan kenikmatan bersyukur dan berusaha membagikan kenikmatan itu pada orang lain. Orang yang tidak beriman jika ditimpa kesulitan jadi putus asa dan berkeluh kesah, jika mendapat kebahagian dan kenikmatan jadi sombong dan kikir tidak mau berbagi kenikmatan dengan orang lain.
Orang yang kurang teguh imannya dan tidak yakin akan datangnya pertolongan Allah, cenderung mengikuti bujukan syetan untuk mengambil jalan pintas dalam mengatasi berbagai kesulitan dan masalah yang dihadapi. Diantaranya ada yang mendatangi pesugihan mengadakan perjanjian dengan syetan untuk mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapi. Ada juga yang mengambil jalan pintas dengan merampok, mencuri, menipu, mengurangi timbangan dan lain sebagainya , yang pada akhirnya terpaksa berurusan dengan aparat hukum. Ada juga yang mengambil jalan pintas dengan aksi bunuh diri terjun dari gedung bertingkat atau menabrakan diri pada kendaraan yang melintas.
Orang yang bebas dari pengaruh syetan
Orang yang istiqomah yakin pada Allah dan kehidupan akhirat, selalu bertawakkal dan ikhlas dengan berbagai ketetapan Allah padanya tidak bisa dipengaruhi oleh syetan dari golongan Jin. Allah memberi jaminan terhadap orang yang beriman dan bertawakkal ini sebagai disebutkan dalam surat al Israak ayat 65 dan an Nahl 99
65- Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, Kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (Al Israak 65)
99- Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. (An Nahl 99)
Iblis sebagai panglima tertinggi bala tentara syetan didunia ini juga mengakui bahwa ia tidak mampu menyesatkan hamba Allah yang ikhlas sebagai disebutkan dalam surat Shod ayat 82
82- Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, 83- kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (Shod 82-83)
Hanya orang yang ikhlas, istiqomah dan berpegang teguh pada tali Allah yang bebas dari pengaruh bujuk rayu syetan yang menyesatkan. Syetan dari golongan Jin dan manusia tidak dapat mengalahkan orang yang beriman dan bertawakkal pada Allah. Karena mereka mendapat jaminan dan perlindungan dari Allah dengan tentara Malaikat yang ada dilangit dan bumi, sebagaimana disebutkan dalam surat Fushilat ayat 30
30- Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” 31- Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta..(Fushilat 30-31)

Kenalilah Cara Sholat Yang Khusuk

Dari pengamatan saya orang tidak bisa khusuk dalam sholat sebagian besar disebabkan karena tidak mengerti dan paham apa kalimat yang diucapkan dalam shalat tersebut.. Karena itu Allah mengingatkan dalam surat An Nisa ayat 43 :
” Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, hingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan…..”
Dalam ayat tersebut Allah mengingatkan bahwa kita harus mengerti apa saja yang kita ucapkan dalam sholat. Jika tidak maka keadaan orang itu sama saja dengan orang yang mabuk. Tidak mengerti apa yang diucapkan dalam shalat itulah yang menjadi penyebab utama fikiran melayang layang tak tentu arah ketika sedang mengerjakan shalat. 
Problem utama umat Islam di Indonesia
Tidak mengerti ucapan atau ayat yang dibaca dalam shalat merupakan problem yang serius bagi umat Islam di Indonesia. Ini adalah penyebab utama mengapa seseorang tidak bisa khusuk dalam shalatnya. Ketika takbiratul ihram dikumandangkan seolah olah fikiran dikomandokan untuk mulai melanglang buana melantur kemana mana. Mulai dari merencanakan suatu kegiatan bisnis, urusan keluarga, rencana tamasya, menemukan barang yang hilang dan lain sebagainya silih berganti muncul dalam fikiran selama mengerjakan shalat. Anehnya ketika mengucapkan salam sambil menoleh kekanan dan kekiri tanda selesai shalat, fikiran yang melantur itupun berhenti mengelana, langsung fokus pada kegiatan yang harus segera dikerjakan saat itu.
Hal seperti tersebut diatas tentu tidak dialami oleh orang yang mengerti bahasa Arab, baik dia orang Arab sendiri atau bangsa lain yang memang sudah mengerti bahasa arab.
Hal ini hanya dialami oleh bangsa Ajam (Non arab) yang dalam kesehariannya tidak menggunakan bahasa arab untuk bercakap cakap dan berkomunikasi. Untuk mendapatkan shalat khusuk , mengerti dan paham bacaan yang diucapkan dalam shalat merupakan persyaratan mutlak. Menurut hemat saya untuk meningkatkan mutu kehidupan umat Islam di Indonesia perlu diadakan kegiatan atau usaha untuk meningkatkan mutu shalat yang dilakukanja selama ini. Jika shalat umat Islam di Indonesia sudah betul dan benar, Insya Allah mereka (bangsa Indonesia) akan medapatkan semua yang dijanjikan Allah yaitu kemenangan hidup didunia dan akhirat.
Kondisi shalat sebagian besar umat Islam di Indonesia dewasa ini sangat memprihatinkan, baik dari kalangan yang berpendidikan tinggi (intelek) maupun berpendidikan rendah. Rata rata mereka tidak mengerti kalimat atau bacaan yang dibaca dalam shalatnya. Pernah satu ketika saya bertemu seorang petani disuatu desa , saya tanya bacaan yang dibaca dalam shalat. Ia bisa membacanya dengan baik. Ketika saya tanya arti setiap kalimat yang diucapkannya itu, ia menggelengkan kepala. Saya bacakan surat Alfatihah ayat demi ayat. Saya bacakan Bismillahirrahmanirahiim…. ia jawab dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Saya baca Alhamdulillah hirabbil alamin…… ia bengong …. nggak tau. Saya bacakan bacaan shalat yang lain dan saya tanya artinya ia hanya geleng kepala. Saya tanya kamu sudah shalat berapa lama? dijawab sudah 20 tahun. Masya Allah… saya fikir mungkin karena pendidikannya rendah makanya jadi begitu. Dugaan saya meleset, pernah saya tanyakan hal serupa pada seorang sarjana S1, jawaban nya sama saja….. nggak ngerti.
Inilah kondisi yang perlu perhatian dari kita semua, saya kuatir kalau sebagian besar kita terkena peringatan Allah dalam surat Al Maun ayat 4 dan 5 :
“ Maka kecelakaanlah bagi orang yang sholat, yaitu orang yang lalai dari sholatnya”
Pelajaran shalat yang kita dapat selama ini hanya berdasarkan hukum fiqih yang lebih fokus pada masalah rukun shalat. Kita lebih memperhatikan syarat syah atau tidaknya shalat tersebut. Shalat lebih dirasakan sebagai suatu kewajiban yang harus dipenuhi, kalau syarat syah shalat sudah terpenuhi yah.. sudah. Masalah khusuk atau tidaknya kurang diperhatikan. Yang penting sudah memenuhi kewajiban shalat sesuai ketentuan dan syah. Jika shalat delakukan dengan tepat dan betul, sebenarnya shalat akan meninggalkan bekas yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Shalat yang dilakukan dengan tepat dan benar akan memberikan rasa nyaman,tentram, bahagia, optimis, penuh semangat, selalu merasa berkecukupan dan lain sebagainya. Jauh dari perasaan jengkel, kecewa, sedih, cemas , takut, tertekan dan stress berkepanjangan. Perasaan tersebut akan merangsang fikiran untuk memancarkan gelombang positip kealam semesta yang pada akhirnya akan medatangkan hal yang positip pula dalam kehidupan sehari hari. Hal tersebut sesuai dengan seruan azan yang berbunyi hayya ’alas sholah….. hayya ’alal falah…. mari dirikan shalat…..mari rebut kemenangan.

Meraih shalat khusuk

Senin, 24 Januari 2011

Sang Pencerah

Islam adalah agama yang mudah dan sesuai dengan fitrah manusia. Islam adalah agama yang tidak sulit. Allah Azza wa Jalla menghendaki kemudahan kepada umat manusia dan tidak menghendaki kesusahan kepada mereka. Allah Allah Azza wa Jalla mengutus Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai rahmat.

"Artinya : Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [Al-Anbiyaa’: 107]

Allah menurunkan Al-Qur'an untuk membimbing manusia kepada kemudahan, keselamatan, kebahagiaan dan tidak membuat manusia celaka, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla.

"Artinya : “Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.” [Thaahaa: 2-4]

Sebagai contoh tentang kemudahan Islam:

[1]. Menuntut ilmu syar’i, belajar Al-Qur'an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salaf adalah mudah. Kita dapat belajar setiap hari atau sepekan dua kali, di sela-sela waktu kita yang sangat luang.

[2]. Mentauhidkan Allah dan beribadah hanya kepada-Nya adalah mudah.

[3]. Melaksanakan Sunnah-Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah mudah, seperti memanjangkan jenggot, memakai pakaian di atas mata kaki, dan lainnya.

[4]. Shalat hanya diwajibkan 5 waktu dalam 24 jam. Orang yang khusyu’ dalam shalat, paling lama 10 menit, dalam hitungan hari ia melaksanakan shalatnya dalam sehari hanya 50 menit dalam waktu 24 x 60 menit.

[5]. Orang sakit wajib shalat, boleh sambil duduk atau berbaring jika tidak mampu berdiri.

[6]. Jika tidak ada air (untuk bersuci), maka dibolehkan tayammum.

[7]. Jika terkena najis, hanya dicuci bagian yang terkena najis, (agama lain harus menggunting pakaian tersebut dan dibuang).

[8]. Musafir disunnahkan mengqashar (meringkas) shalat dan boleh menjama’ (menggabung) dua shalat apabila dibutuhkan, seperti shalat Zhuhur dengan ‘Ashar, dan Maghrib dengan ‘Isya'.

Jumat, 31 Desember 2010

pesan dariku


Mungkin bagi semua orang, terutama kaum muda, para remaja, bahkan anak-anak pada malam pergantian tahun baru merupakan malam yang sangat menggembirakan mengasyikkan. Dimana terdapat pesta pora yang digelar dimana-mana sampai menjelang tahun baru. Hura-hura di malam tahun baru, sering kali disertai dengan pesta narkoba, minum-minuman keras, bahkan seks bebas. Kebiasaan ini merupakan telah menjadi adat dan sering kali terjadi setiap tahunnya menjelang tahun baru. Sasarannya adalah kaum muda. Kaum muda pun terjerumus dalam jeratan yang hanya bia menyenangkan beberapa saat saja. Banyak kita dengar akibat minuman keras, narkoba, dan seks bebas yang menelan korban ketika sedang asyik-asyiknya berpesta minum-minuman keras. Para pemuda sudah tidak sadarkan diri, hanyut dalam kesenangan uang ratusan ribu, jutaan ribu rupiah, hanya dihabiskan dalam waktu semalam. Bahkan akibat tersebut ada yang sampai merenggut nyawa.
Peristiwa tersebut tidak bisa dipungkiri. Malam tahun baru pasti ada pesta minuman keras, narkoba, dan seks bebas. Sangat disayangkan sekali, kita amat prihatin melihat kondisi semacam itu. Seharusnya, untuk merayakan tahun baru harus diisi dan diwarnai dengan acara-acara bernilai positif dan mengandung manfaat bagi diri pribadi dan orang lain. Masih banyak acara-acara yang kreatif di malam tahun baru. Sebagai contoh misalnya, diisi dengan acara renungan suci, dimana tujuan ini dimaksudkan untuk mengintropeksi kembali diri masing-masing, memikirkan kembali sebuah peristiwa yang telah terjadi atau segala perbuatan baik buruk maupun yang bermanfaat bagi diri pribadi dan orang lain di tahun-tahun yang telah kita lewati. Setidaknya dapat kita jadikan sebuah pelajaran yang berharga supaya kita tidak akan terjerumus atau masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Bak kata pepatah, “keledai yang dungu pun tidak akan mau masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya, apalagi manusia yang telah di anugrahi oleh Tuhan Yang Maha Pencipta berupa akal pikiran seharusnya dapat melakukan hal-hal yang lebih baik”.

Rabu, 22 Desember 2010

SATU


Suatu saat anda ditimpa goncangan hidup berupa musibah,cobaan,atau kegagalan atas apa yang ingin kita capai padahal kita merasa sudah berikhtiar…kemudian kita larut dalam rasa susah,tak berguna,terpuruk,terbuang,dan seabreg keruwetan lainnya. Hati – hatilah, kondisi ini mungkin mendorong anda berbuat ceroboh, dan menimbulkan masalah baru yang tidak terduga. Kenapa kita tidak mencoba mengubah penafsiran kita atas kesusahan yang menimpa kita, kenapa kita perlu bersabar??
Sabar, khususnya ketika mendapatkan kesulitan adalah menjaga hati dari menggerutu, menjaga lisan dari berkeluh kesah dan menjaga diri dari perbuatan yang terlarang. “Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula (pertama kali) tertimpa musibah”. Ketika mencoba sabar,saat itu kita telah memutuskan memberikan semangat untuk pantang menyerah,efeknya luar biasa kita bisa berpikir jernih atas masalah yang dihadapi dan menanamkan harapan untuk bangkit menuju keberhasilan. Dengan sabar kita akan dapat menangkap hikmah dari cobaan tersebut. Sabar menjadikan kita semakin tangguh dalam mengarungi hidup. Kita akan mengerti bahwa kesusahan adalah cara Allah agar kita tambah dewasa,tambah kuat,tambah menghargai hidup. Cobaan datang karena Allah sayang pada kita sebagai peringatan ketika kita khilaf.