Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Kisah Renungan Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Renungan Kita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2013

Hidup di Dunia yang Singkat

Suatu hari seorang ayah mengajak anaknya pergi berziarah ke makam kakeknya. Sang ayah bermaksud mengajarkan kepada anaknya bahwa siapapun akan meninggal dan dikuburkan yang berarti berpindah ke alam kubur sampai kelak datang kiamat. Tidak ada manusia yang hidup kekal di dunia ini. Selain itu sang ayah ingin mencontohkan bentuk bakti kepada anak kepada orang tuanya yang telah meningga dengan mendoakannya.
Anak yang masih berumur 6 tahun tersebut memang baru pertama kali diajak sang ayah berziarah ke pemakaman. Rasa ingin tahunya muncul terlihat dari perhatiannya pada patok-patok dan nisan makam yang ada di sana. Anak itu sering kali berhenti memperhatikan nisan-nisan tersebut. Dia melihat dan membaca apa yang tertulis di nisan. Sang ayah dengan sabar memperhatikan tingkah sang anak tersebut. Dalam hati sang ayah mungkin si anak sedang mencari di mana makam kakek-neneknya.
Namun karena hari sudah beranjak sore maka sang ayah mengajak anak tersebut agar tidak terlalu lama berhenti memperhatikan nisan makam dari orang yang mungkin tidak mereka kenal. Dia lalu menarik tangan anaknya dan berkata, “Ayo Nak.., makam kakek dan nenekmu di sebelah sana, mari kita segera ke sana dan mendoakannya”.
Si anak segera melangkah mengikuti sang ayah seraya berkata ringan ,” Ayah, ternyata di kuburan itu lama juga ya?”.
Sang ayah tersentak. Sejenak dia tertegun. Ternyata yang diperhatikan anaknya tadi adalah tahun-tahun di mana orang yang dikubur itu meninggal. Memang hampir setiap nisan tertulis nama, tanggal/tahun lahir dan tanggal/tahun meninggalnya. Jika diperhatikan memang terdapat variasi dari tahun meninggalnya masing-masing orang yang dikubur di pemakaman tersebut. Mungkin ada yang baru di kubur tadi pagi, kemarin, seminggu sebulan atau tahun lalu. Tetapi banyak juga yang telah dikuburkan puluhan tahun lalu.
Dalam benak si anak mungkin hanya membandingkan betapa tahun-tahun di mana orang yang dikuburkan itu lebih lama dari usianya yang baru 6 tahun. Atau mungkin dia membandingkannya dengan masa-masa bermainnya yang begitu cepat. Namun jika kita perhatikan lebih jauh kenyataanya memang sudah banyak sekali orang yang telah meninggal dan dikuburkan ratusan dan ribuan tahun lalu. Jika kita lanjutkan celoteh anak tadi dengan membandingkan dengan usia hidup manusia yang mungkin berkisar paling lama sampai 100 tahun maka orang-orang yang telah meninggal ratusan/ribuan tahun tadi tentunya telah membuktikan bahwa waktu mereka di alam kubur itu lebih lama dibandingkan dengan waktu hidupnya.
Apa yang membuat sang ayah tertegun adalah celoteh anak itu telah membuka pikirannya bahwa waktu hidup di dunia itu sangat singkat. Bukti bahwa telah banyak yang melewati masanya di alam kubur lebih lama dibanding masa hidupnya dapat kita lihat langsung dari sejarah manusia. Hal ini kemudian membawa kita pada konsep ajaran Islam yang sering diulang-ulang bahwa hidup di dunia itu memang  singkat, diibaratkan persinggahan sejenak seorang musafir dalam perjalanan panjangnya. Bahkan jika dibandingkan kehidupan akhirat dalam suatu riwayat dinyatakan bahwa hidup di akhirat itu jauh lebih kekal dan lebih panjang di mana 1 hari di akhirat sama dengan puluhan tahun di dunia.
Jika kita mengerti betul tentang hakikat singkatnya hidup di dunia ini maka tentu sangat tidak bijaksana jika hidup ini kita sia-siakan begitu saja. Jangan sampai kita terlena membiarkan setiap detik untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan tak bernilai ibadah. Jangan melewatkan waktu  menguap  cepat tanpa ada guna karena setiap saat yang terlewat dengan cepat tadi akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya kelak.
Terasa baru kemarin kita berada di usia kanak-kanak. Terasa baru saja kita lulus sekolah. Ya, ternyata waktu berlalu sangat cepat. Jangan sampai kita baru menyadari waktu yang telah terlewat namun kita belum memanfaatkannya. Na’udzubillah

Sabtu, 16 Juli 2011

traNsisi yg Perlu Dimengerti

“Jauh di lubuk hati terdalam remaja, mereka mengasihi kita. Hanya mereka tidak tahu cara menyatakannya.”. (Julianto Simanjuntak)


Banyak orang tua mengeluh “Aduh waktu kecil anak saya ini imut-imut…setelah remaja amit-amit…!”. Tidaklah mungkin berharap anak kita kecil terus, imut-imut terus. Mereka tumbuh kembang menjadi seorang remaja lalu dewasa.
Perlu kita pahami bahwa Masa remaja  ini merupakan masa transisi. Selain perubahan fisik, hal sulit lain yang mereka alami adalah perubahan cara berpikir. Mereka juga sedang berada pada tahap menemukan identitas diri, lingkungan yang berubah, serta teman baru di SMP.
Saat  kanak-kanak orangtua relatif menghadapi kegembiraan bersama anak, sebab masa itu masih sangat-sangat tenang. Namun memasuki usia remaja mulai terasa perubahan. Mulai terjadi gejolak. Sehingga kalau tidak siap, ortu cenderung konflik dengan mereka. Untuk mengatasi itu, orangtua perlu berinisiatif untuk berbicara dengan remajanya dengan jujur dan terbuka, terutama tentang perubahan-perubahan yang  mereka alami.
Berbagai tekanan Remaja Masa Kini
Ada banyak persamaan remaja dulu dan masa kini. Namun ada Beberapa tekanan remaja masa kini yang semkin memperberat konflik ortu dan remaja. Andai kita bisa memahami dan membangun ulang jembatan komunikasi, maka bisa meminimalkan konflik dengan mereka.
1.        Mempercayai Tuhan dan otoritas
Secara kognitif,  remaja mulai meninggalkan cara berpikir konkret (nyata) ke berpikir abstrak. Artinya mereka mulai  dapat memproyeksikan pikirannya ke masa depan.  Remaja mulai mempertanyakan sikap, perilaku dan nilai hidup yang tadinya ia terima tanpa keraguan.
Jika remaja mulai  mempertanyakan iman kepercayaannya atau larangan Tuhan. Ini adalah sesuatu yang  normal.  Dia membutuhkan orangtua untuk membicarakan masalah iman dengan baik. Caranya orangtua banyak mendengar dan hindari diri dari memberi  nasihat.  Pada masa ini kita perlu menanamkan rasa cinta kepada Tuhan daripada melarang ini dan itu.
2.        Penerimaan Diri
Selain  mempertanyakan Tuhan, anak kita juga  merasa tidak puas lalu marah.   Dia marah karena lebih melihat kekurangan diri dibandingkan teman-temannya. Dia kadang merasa  Tuhan itu  tidak adil. Anak merasa dia kurang cantik, tidak sepandai temannya, kurang kaya, dan sebagainya. Pertanyaan demikian lebih banyak mengganjal di hatinya.
Karena itu kita perlu membantu anak kita membentuk jati diri yang sehat, yang ciri-cirinya adalah:
a. Harmonis.
Anak bisa mendamaikan semua unsur dalam dirinya, baik yang ia sukai maupun yang tidak disukai. Anak kita bisa menerima keduanya secara harmonis, dan  tidak membenci diri karena kekurangannya.
b. Bermakna.
Anak merasa dirinya berguna dan bermakna bagi orang lain. Karena itu pada masa ini anak perlu dimintai membantu beberapa pekerjaan rumah tangga dan diapresiasi orangtua setiap hari.
c. Mengakui keadaan (kompleksitas) diri.
Anak diajar menerima bahwa kadang-kadang dia kuat, tetapi ada kalanya lemah. Orangtua juga belajar menerima kesalahan dan kegagalan anaknya serta selalu memberi kesempatan kedua jika dia berbuat salah.
3.  Tekanan  Teman
Pada masa remaja  anak-anak anak kita mengalami perubahan relasi. Selama SD mereka bermain dengan teman yang dipilihkan orangtuanya. Cara mereka bersosialisasi seringkali masih diarahkan.
Di usia remaja mereka mau memilih teman sendiri yang cocok dengan seleranya. Relasi dengan teman menjadi lebih kompleks. Pada saat ini remaja menggunakan teman-temannya sebagai wadah untuk menemukan jati dirinya. Kadang anak kita bingung berperilaku di dalam lingkungan yang baru ini. Ketidaktahuan ini membuahkan rasa tidak aman yang akhirnya menambah tekanan padanya untuk mengikuti kehendak dan perilaku kelompoknya (peer-pressure).
Kalau ada konflik dengan orangtua, tekanan itu makin  bertambah. Bisa jadi mereka menghukum  ayah-ibunya dengan cara berteman dengan anak-anak yang tidak disukai orangtuanya.
Pada masa ini remaja juga menempatkan diri sebagai obyek pemikirannya dan menganggap diri sebagai pusat perhatian orang lain (egosentrik). Secara berlebihan ia merasa  tidak ada yang dapat mengerti dirinya. Itu sebabnya masa ini mereka kelihatan norak, dan lebih memilih teman baiknya untuk ngobrol daripada orangtua.
4.  Tekanan Godaan Seksual
Tekanan berat lainnya  adalah soal seksualitas. Godaan ini memasuki kehidupan remaja dalam berbagai cara dan bentuk. Misalnya mimpi erotik, tertarik pada lawan jenis, masturbasi, mimpi basah. Di sisi lain remaja kita berhadapan dengan teknologi internet, limpahnya informasi pornografi,  mulai dari gambar hingga film.
Telepon seluler, BlackBerry, dan lain-lain adalah pintu masuk yang paling gampang. Ditambah lagi, tekanan teman sebaya, seperti telah dijelaskan sebelumnya. Sungguh, ini masa yang tidak mudah bagi remaja.
Remaja kita bergumul dengan situasi ini. Mereka tahu bahwa nilai-nilai sosial, agama, dan ajaran orangtua banyak yang bertentangan dengan kenyataan yang mereka lihat sehari-hari. Seringkali remaja tidak berdaya menghadapinya. Hendaknya orangtua memahami dan siap mendampingi.
Remaja : Tolong Dampingi Kami
Mengerti tekanan yang dihadapi para remaja adalah salah satu bentuk empati orangtua terhadap anak-anaknya. Walaupun nampaknya mereka tidak memerlukan kehadiran orangtuanya, sebenarnya remaja selalu mencari figur yang memberikan rasa aman dalam diri mereka. Membutuhhkan teman sharing yang enak dan tidak menggurui.
Sebab mereka tidak ingin terus dianggap anak kecil. Tetapi di sisi lain mereka juga tidak mau dibebani tanggung jawab yang belum bisa mereka pikul. Karena itu, sikap orangtua yang tepat adalah menjadi pendamping.  Orangtua siap dan hadir ketika remajanya membutuhkan pertolongan atau informasi, tetapi membiarkan mereka melakukan hal-hal yang dapat mereka kerjakan sendiri. Ortu yang siap membela saat mereka jatuh dan gagal memenuhi harapan orangtua mereka.
Miskin Pengalaman Dengan Ortu Kandung
Sebagai ayah dari dua putra remaja saya melewati pergumulan yang tidak mudah membimbing mereka. Salah satu sumber kesulitan saya membimbing mereka bukan karena saya kurang pengetahuan, tetapi kurang teladan. Saya tidak memiliki hubungan harmonis dengan Ortu saat saya remaja. Sehingga saya kesulitan memperlakukan anak remaja saya sendiri, baik secara emosi maupun waktu berkomuniikasi.
Meski sering konflik, kami puas mendidik mereka. Sebab saling mengerti dan memaafkan menjadi pintu pemulihan. Belaja merendahkan hati dan meminta maaf membuat selalu ada cara saya dan istri memperbaiki komunikasi dengan anak-anak.
Kalau jujur, lebih banyak sukacita dan kegembiraan karena kehadiran mereka. Konflik sering menjadi pintu memperkaya pengertian dan hubungan dengan remaja kita. Kalau kita sedang kesulitan dengan remaja, jangan lupa, masa itu akan lewat. Kita perlu belajar bergumul dan menangis bersama mereka.
Jauh di lubuk hati terdalam anak kita, mereka mengasihi kita. Hanya tidak tahu cara mengkomunikasikannya, terutama jika komunikasi itu pernah menyakitkan hati mereka. Jika itu masih ada, upayakan dulu rekonsiliasi, pulihkan hubungan. Jika konflik itu akut hingga sulit berkomunikasi, temuilah konselor profesional sebagai mediator antara anda dan anak.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Jumat, 08 Juli 2011

7 Lifelight

7 kalimat buat siapa saja yang ingin memahaminya, boleh dilihat-lihat, dibaca sedikit untung, dan bila dibaca lengkap ditambah dipahami lebih beruntung, terserah anda dan tidak memaksa....seandainya benar-benar dipahami, yah terima kasih banyak dan selamat berbagi kalimat serta semoga bermanfaat tentunya...,Holdup

Langsung saja, inilah ke-7 kunci tersebut :1. Jangan tergantung pada orang lain. Tergantunglah pada diri sendiri dan bersikaplah mandiri.
2. Jangan berburuk sangka orang lain akan membicarakan/menghinamu.
3. Jangan selalu mengingat penyesalan di masa lalu.
Hidup itu mudah teman, buatlah satu keputusan.. dan JANGAN PERNAH menyesalinya.
4. Jangan menyimpan kemarahan, dendam, iri hati dan kebencian.
5. Jangan membiasakan sikap terburu buru. Maka dari itu Manage lah waktumu.
Aset utama dan terpenting dalam hidup bukanlah uang dan berlian, tapi.. waktu. Ingatlah bahwa mesin waktu itu tidak pernah ada, kita tak akan bisa memutar waktu, ataupun menghentikan waktu.
6. Jangan khawatir akan hari esok. Tuhan menjanjikan masa depan, dan harapan kita tidak akan pernah lenyap.
Cinta, hidup dan mati semua sudah di tangan Tuhan.
Ia telah menuliskan takdir manusia jauh saat sebelum kita di lahirkan.
Ia tahu apa yg terbaik bagi kita, maka dari itu jangan pernah sesali apa yang terjadi meskipun terasa perih bagi kita.
Pada akhirnya setiap manusia akan di ciptakan untuk saling berpasang pasangan, maka dari itu jangan pernah kuatir akan cinta mu.
7. Ketuklah, Maka pintu akan terbuka.
Ingatlah pada Nya, maka Ia akan mengingatmu.
Berdoalah, maka keluh kesahmu akan didengarkan.
Tapi kadang, semua yg saya tulis di atas jarang bisa kita lakukan, semoga saja kedepannya bisa lebih bermanfaat, salam paham dari saya Holdup

Kamis, 26 Mei 2011

Air atau Awan

AIR atau AWAN
Di sebuah tempat nan jauh dari kota  di Jawa Barat , tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan.
Ia seperti mencari sesuatu di surau itu.

"Assalamu'alaikum, Kabayan " ucapnya ke Kabayan yang terlihat sibuk menyapu ruangan surau. Spontan, si Kabayan itu menghentikan sibuknya. Ia menoleh ke si pemuda dan senyumnya pun mengembang.

"Wa'alaikumussalam. Mangga. Mari masuk!" ucapnya sambil meletakkan sapu di sudut ruangan.
Setelah itu, ia dan sang tamu pun duduk bersila.

"Ada apa, Jang ?" ucapnya dengan senyum yang tak juga menguncup.
"Kabayan , Aku diterima kerja di kota!" ungkap sang pemuda kemudian.

Pengorbanan

copas dari kickandy.com
Saya tertegun. Darah di seluruh tubuh terasa berdesir lebih cepat. Jarum jam menunjukkan pukul 12 tengah malam. Seorang pemuda sedang menyikat lantai. Di sampingnya tergeletak sebuah ember berisi air. Tak jauh dari situ terdapat cairan pembersih. Mata saya berkaca-kaca. Saya hampir tidak percaya pemuda itu adalah anak saya, Rio.
Saya tidak menyangka Rio mau melakukan hal itu. Menyikat lantai dan mengepel. Di dadanya masih melekat “celemek” warnah hijau dengan sebuah logo yang sangat dikenal: Starbucks.

Sudah hampir tiga bulan Rio magang kerja di Starbucks. Pekerjaan utamanya membuat kopi dan melayani pembeli. Menjelang tutup, bergantian dengan teman-teman sekerjanya, dia menyapu, bersih-bersih, buang sampah, termasuk mengepel atau menyikat lantai.

Kuantitas atau Kualitas

Manakah yang paling penting antara Kuantitas dan Kualitas?

Dalam banyak hal keduanya diharapkan dalam porsi yang sama dan seimbang. Tapi dalam perjalanan kehidupan sangat sering kita dihadapkan pada fakta bahwa kita harus memilih dari antara keduanya.


Ini ada kisah menarik mengenai Joe dan Angela :
Joe dan Angela bertemu secara tak sengaja di sebuah karnaval tahunan yang diadakan setiap liburan musim panas di kota tempat kelahiran Angela. Perkenalan yang berlanjut pada temu makan malam dan kebersamaan yang penuh tawa dan bahagia seakan segalanya akan berlangsung selamanya. Banyak hal yang mereka alami dalam kebersamaan mereka. Hal-hal indah yang menyatukan hati dan pandangan mereka.Dua hari sebelum liburan musim panas berakhir Angela jatuh sakit. Dokter memberikan memberikan obat penghilang rasa sakit karena tak ada lagi yang dapat dilakukan untuk memerangi kanker yang menggerogoti Angela dari dalam. Satu hal yang tak diketahui Joe bahwa itu adalah liburan musim panas terakhir bagi Angela sebelum batas waktu secara medis itu tiba.Malam itu adalah malam terakhir liburan musim panas dan malam terakhir bagi Angela. Angela terbaring ditempat tidurnya yang serba putih dengan tangan yang menggenggam lembut tangan Joe. Tak ada airmata antara mereka karena senyum yang memiliki waktu mereka. Tatapan mata saja sudah cukup bagi mereka untuk berbagi cerita tentang apa yang ada dihati mereka masing-masing.Lirih Joe berkata, "Mengapa kebersamaan ini tak abadi?" Dengan senyum manis Angela berkata,

I Love Me!* Tak Baik

I Love Me

Ada orang-orang yang kurang percaya diri. Biasanya mereka disebut minder. Tapi ada juga yang sama sekali tak dapat menerima dirinya, yang tak bisa menyukai diri sendiri, yang selalu menemukan sesuatu di dalam diri yang membuatnya tidak puas... bahkan membenci dirinya sendiri! Saya tidak tahu mereka itu disebut apa. Tapi ternyata cukup banyak orang yang terkena “virus” itu dan masa kini penyebarannya telah mencapai tingkat wabah! Menyedihkan, namun sungguh itulah yang merampas kebahagiaan sejati dari banyak orang.

Masalahnya adalah jika kita tidak bisa menerima diri sendiri apa adanya, dan bahkan tidak bisa menyukai diri kita, maka kita mulai mencari topeng, alias suatu alternatif yang akan membuat kita merasa nyaman. Misalnya koleksi barang bermerek. Ada orang-orang yang menjadikan barang-barang branded itu sebagai simbol statusnya. Seorang pemilik handphone Vertu, handphone fashion yang harganya bisa sampai ratusan juta, saat ditanya mengapa dia punya hape mahal seperti itu, menjawab, “Ya gimana ya, barang kayak gini kan jarang, limited, jadi kalo kita punya, wah kesannya sih keren. Kita merasa hebat dan berharga karena barangnya berharga!” Bagi orang ini, barang dan aksesori menentukan identitasnya!

Senin, 23 Mei 2011

Tanda Tanya

Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

Senin, 09 Mei 2011

Kisah Inspirasi

Anak Seorang Tukang Batu
Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya, dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. “Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor,” katanya, tanpa pernah menjawab bekerja sebagai apa.
Si putri lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Ia sering berpura-pura menjadi anak dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai tukang batu. Melihat dan mendengar ulah anak semata wayangnya, sang ayah bersedih. Perkataan dan perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari keadaan yang sebenarnya telah melukai hatinya.
Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis. Si putri lebih banyak menghindar jika bertemu dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan. “Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku, memberiku ayah seorang tukang batu,” keluhnya dalam hati.
Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maka, suatu hari, si ayah mengajak putrinya berjalan berdua ke sebuah taman, tak jauh dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri mengikuti kehendak ayahnya. 
Setelah sampai di taman, dengan raut penuh senyuman, si ayah berkata, “Anakku, ayah selama

Ketulusan


1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu²nya.

2. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah berlebihan atau kamu merasa kegemukan .

3. Orang yang mencintai kamu selau ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, ia ingin tau kegiatan kamu.

4. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan sms seperti “slmt pagi”